Mengatasi Gejala Scabies Pada Anak

Gejala Scabies Pada Anak

Scabies adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau ini membuat terowongan di bawah kulit dan bertelur. Telur menetas menjadi larva, yang kemudian menjadi tungau dewasa. Tungau dewasa bertelur lagi, dan siklus ini berulang.

Gejala kudis yang paling umum adalah rasa gatal yang parah, terutama di malam hari. Gatal ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap air liur tungau kudis.

Selain rasa gatal, gejala kudis lainnya meliputi:

  • Ruam kulit berwarna merah muda atau merah, biasanya berbentuk garis atau terowongan. Ruam ini biasanya muncul di lipatan kulit, seperti di sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, lutut, dan pinggang.
  • Bintik-bintik kecil berwarna merah atau cokelat, biasanya muncul di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian.
  • Kulit bersisik atau terkelupas.

Gejala kudis pada anak dapat sedikit berbeda dengan gejala pada orang dewasa. Berikut adalah beberapa gejala scabies yang umum terjadi pada anak-anak:

  • Gatal parah, terutama di malam hari. Gatal ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap tungau scabies dan telurnya.
  • Ruam kulit berwarna merah muda atau merah. Ruam ini biasanya berbentuk garis atau terowongan dan sering muncul di lipatan kulit, seperti di sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, lutut, dan pinggang. Pada bayi dan anak kecil, ruam juga bisa muncul di wajah, kepala, dan telapak tangan.
  • Benjolan kecil berwarna merah atau cokelat. Benjolan ini biasanya muncul di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian, seperti perut, punggung, dan bokong.
  • Kulit bersisik atau terkelupas. Kulit yang terinfeksi scabies bisa menjadi bersisik dan terkelupas, terutama di area ruam.

Gejala scabies pada anak biasanya mulai muncul dalam waktu 2-6 minggu setelah mereka terinfeksi tungau scabies. Gejala ini bisa menjadi sangat parah dan mengganggu tidur mereka.

Mengatasi Gejala Scabies Pada Anak

Pengobatan scabies pada anak biasanya dilakukan dengan menggunakan obat oles atau obat minum. Obat oles yang paling umum digunakan untuk mengobati scabies adalah permetrin 5%. Obat ini dioleskan pada seluruh tubuh dari leher ke bawah, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Obat ini harus dibiarkan selama 8-12 jam, kemudian dicuci bersih.

Anda mungkin mengalami rasa gatal yang semakin parah selama beberapa hari setelah menggunakan obat oles. Hal ini disebabkan oleh kematian tungau scabies dan telurnya.

Obat minum yang paling umum digunakan untuk mengobati scabies adalah ivermectin. Obat ini diminum sekali saja.

Obat minum ivermectin biasanya digunakan untuk orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau untuk orang yang tidak dapat menggunakan obat oles.

Selain obat-obatan, ada beberapa tips yang dapat membantu mengatasi gejala scabies pada anak, antara lain:

  • Berikan kompres dingin pada area yang gatal.
  • Mandi dengan air dingin.
  • Oleskan lidah buaya atau cuka sari apel pada area yang gatal.

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah penyebaran scabies pada anak:

  • Ajari anak Anda untuk tidak berbagi barang pribadi, seperti handuk dan pakaian, dengan orang lain.
  • Hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi scabies.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat setelah menyentuh anak Anda yang terinfeksi scabies.
  • Bersihkan lingkungan Anda secara menyeluruh, termasuk tempat tidur, furnitur, dan mainan anak Anda.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat membantu mencegah penyebaran scabies pada anak Anda dan orang lain di sekitar Anda.

Perawatan Dokter

Jika gejala scabies pada anak Anda tidak membaik setelah menggunakan obat-obatan, atau jika gejalanya sangat parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter akan memeriksa anak Anda dan memberikan perawatan yang tepat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *