Gejala Skoliosis

Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung ke samping. Skoliosis dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja.

Gejala skoliosis dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala yang paling umum meliputi:

  • Tulang belakang yang melengkung ke samping
  • Salah satu bahu lebih tinggi daripada yang lain
  • Salah satu pinggul lebih menonjol daripada yang lain
  • Tinggi pinggang yang tidak rata
  • Lengkungan di punggung
  • Nyeri punggung

Gejala skoliosis biasanya tidak muncul sampai anak mencapai usia pubertas. Namun, dalam beberapa kasus, gejala dapat muncul lebih awal.

Jika Anda melihat tanda-tanda skoliosis pada anak Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga melakukan tes pencitraan, seperti rontgen atau MRI, untuk mendiagnosis skoliosis.

Pengobatan skoliosis tergantung pada tingkat keparahannya. Jika skoliosis ringan, biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika skoliosis sedang atau berat, mungkin diperlukan pengobatan untuk mencegah komplikasi, seperti nyeri punggung dan masalah pernapasan.

Pengobatan skoliosis yang paling umum adalah:

  • Korset

Korset dapat digunakan untuk membantu memperbaiki lengkungan tulang belakang. Korset biasanya digunakan selama 12-24 jam sehari, selama beberapa tahun.

  • Operasi

Operasi hanya dilakukan jika skoliosis sedang atau berat, dan korset tidak efektif. Operasi dilakukan untuk memperbaiki lengkungan tulang belakang dan mencegah komplikasi.

Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar orang dengan skoliosis dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *